5 Planet yang Paling Mirip Dengan Bumi

Monday, January 21, 2013 | comments


1. Planet Gliese 5819 planet372 5 Calon Planet Baru Pengganti Bumi Planet ini disebut-sebut sebagai planet yang paling tepat untuk menggantikan Bumi serta menampung manusia. Ukuran planet ini 3 kali lebih besar dari pada Bumi dan memiki jarak 20 Tahun cahaya dari tata surya Kita. Planet ini juga diketahui mengitari bintang Gliese 581 tiap 30 hari sekali.





2. Planet Gliese 667Cc. SER Gliese667Cc No Stars 640x360 5 Calon Planet Baru Pengganti Bumi Ditemukan pada februari 2011 dan memiliki ukuran 4 kali lebih besar jika dibandingkan dengan Bumi. Planet Gliese 667Cc ini memilki jarak 22 tahun cahaya di konstelasi rasi bintang scorpion.




3. Planet Kepler 22-b kepler22b Calon Planet Baru Pengganti Bumi Planet ini pertama kali ditemukan pada Desember 2011 dan memiliki ukuran 2 kali lebih besar dibanding Planet Bumi. Rata-rata suhu dari planet yang berjarak 600 tahun cahaya ini adalah 72 derajat Farenheit. Planet ini juga termasuk dalam planet luar atau Exoplanet.






4. Planet HD 85512 hd85512btop 640x360 5 Calon Planet Baru Pengganti Bumi Sama dengan Kepler 22-b, planet ini juga ditemukan pertama kali pada Desember 2011. Terletak di konstelasi rasi bintang Vela, planet ini memilki suhu 77 derajat Farenheit. Planet ini memilki jarak 25 tahun cahaya dari planet Bumi Kita.






5. Planet Gliese 581d Tierra GL 581 d 5 Calon Planet Baru Pengganti Bumi Planet ini juga di temukan pertama kali pada tahun 2001 dan memilki ukuran 7 kali lebih besar dibanding Bumi. Belum ada penelitian lebih lanjut dari planet ini, namu para Ilmuwan memperkirakan planet ini sangat dingin untuk manusia

Asteroid Berdiameter 306 Meter Akankah Menabrak Bumi ?

Monday, January 14, 2013 | comments




Sebuah Astroid raksasa kini tengah mendekati bumi dan mengancam bumi jika Asteroid raksasa ini sampai menabrak bumi mungkin saja kiamat akan terjadi di bumi.
Sebuah Astroid raksasa bernama Aspophis sejak tahun 2004 lalu telah menyita perhatian dari banyak para astronom sejak pertama kali ditemukan Astroid raksasa ini terus mendekati bumi dan diperkirakan akan menabarak bumi pada tahun 2029.
Ketika ditemukan pada 2004 lalu Astroid Aspophis memiliki diameter sebesar 275 meter namun setelah dilakukan penelitian ulang ternyata Astroid ini memiliki ukuran 20 kali lebih besar yakni memiliki diameter  306 Meter. Tidak hanya itu saja penelitian terbaru ini juga mengukapkan fakta bahwa pada tahun 2029 Astroid Aspophis  tidak akan menabrak bumi karena jaraknya masih cukup jauh yakni 30 ribu kilometer dari Bumi. Sehingga, potensi terjadinya tabrakan pun diperkirakan akan mundur hingga 2036.
Nah yang menjadi pertanyaan apakah pada tahun 2036 ini Astroid Aspophis akan menabrak bumi jika hal ini sampai terjadi maka bumi bisa saja akan mengalami kiamat akibat hantaman Astroid Aspophis. Kita berdoa saja jika ini tidak akan terjadi.

Ternyata Ada 2 Black Hole Besar Ditemukan di Pusat Galaksi

Sunday, January 13, 2013 | comments


Ternyata Ada  2 Black Hole Besar Ditemukan di Pusat Galaksi Markarian 739, yaitu sebuah galaksi yang berjarak sekitar 425 juta tahun cahaya dari Bumi ke arah konstelasi Leo. Demikian penemuan para astronom melalui penelitiannya.

Walaupun kedua black hole atau lubang hitam itu berada di titik pusat galaksi, keduanya terpisah antara satu dengan lainnya dengan jarak kurang lebih 11 ribu tahun cahaya. 11 ribu tahun cahaya berarti sekitar sepertiga jarak tata surya kita dengan pusat galaksi Bima Sakti atau Milky Way. Sebagai tambahan informasi bahwa satu tahun cahaya sama dengan jarak sekitar 10 triliun kilometer.

Kedua black hole dalam pusat galaksi Makarian 739 yang ditemukan itu merupakan black hole yang luar biasa aktif dan masuk ke dalam kategori ‘supermassive’. Maksudnya adalah, masing-masing dari kedua Black Hole tersebut memiliki massa yang sama dengan jutaan atau bahkan miliaran kali lipat massa bintang seperti Matahari kita.

Perlu diketahui bahwa black hole biasa yang terbentuk sebagai akibat dari hancurnya bintang raksasa hanya berukuran 10 sampai 20 kali lipat dibandingkan dengan massa Matahari di sistem Tata surya kita.

“Di pusat sebagian besar galaksi raksasa, termasuk Bima Sakti, berada sebuah supermassive black hole yang memiliki bobot jutaan kali lipat dibandingkan dengan massa Matahari,” kata Michael Koss, peneliti dari NASA, seperti dikutip dari Space. “Sebagian di antaranya memancarkan radiasi miliaran kali lebih besar dibanding energi Matahari,” ucapnya.

Namun demikian, Koss menyebutkan, meski supermassive black hole merupakan fenomena yang umum yang hadir di pusat galaksi, tidak semua black hole memancarkan energi radiasi yang disebut dengan active galactic nuclei (AGN). “Dengan demikian, mendapatkan sebuah black hole raksasa yang aktif sangat langka. Apalagi menemukan dua buah black hole raksasa dalam satu galaksi,” ucapnya.

Astronom menduga bahwa sepasang supermassive black hole ini terbentuk saat ada galaksi yang hancur.

“Jika dua buah galaksi saling bertabrakan, dan masing-masing memiliki sebuah supermassive black hole, ada kemungkinan bahwa kedua black hole menjadi aktif sebagai AGN,” kata Richard Mushotzky, peneliti lain dari University of Maryland.

Inilah Cara Black Hole Terbentuk

| comments



Lubang Hitam atau Black hole adalah fenomena outer space atau luar angkasa yang terjadinya adalah pada saat sebuah bintang yang memiliki ukuran sangat besar, hingga puluhan kali lipat ukuran Matahari kita sampai di akhir masa hidupnya. 

Di batas akhir hidupnya, jika bintang itu memiliki ukuran yang sangat besar, akan meledak sungguh sangat luar biasa dahsyatnya (nggak kebayang dech). Ledakan inilah yang kemudian disebut sebagai supernova yang akan membentuk Black hole atau lubang hitam.

Pada saat bintang meledak, tekanan yang ditimbulkan dari inti bintang tersebut sangat hebat sehingga ia dapat menghisap dirinya sendiri dan juga segala materi yang berada di sekitarnya dan menyimpan material-material itu di sebuah ruang antah berantah. 

Menurut penelitian, lubang hitam atau Black hole sendiri terdapat di seluruh galaksi. Bahkan di galaksi tertentu, terdapat lebih dari satu lubang hitam.

video terjadinya Black hole atau Lubang Hitam

| comments

Video Bagaimana Blackhole Menelan Bintang Raksasa

| comments

Lubang hitam atau dalam bahasa ilmiyahnya disebut dengan Black hole terbentuk sebagai akibat dari matinya sebuah bintang yang berukuran sangat besar. Ketika bintang super besar tersebut sampai pada tahap mati, ia meledak dan kemudian menghisap dirinya sendiri. Setelah menghisap diri sendiri, kemudian ia akan menghisap segala sesuatu yang ada di sekitarnya.

Dan menurut para astronom, setidaknya tedapat satu buah Lubang hitam atau black hole pada setiap galaksi.

Berikut ini adalah ilustrasi Video: Proses Black Hole Menelan Bintang.




White Hole, Tandingan Black Hole

| comments


Kita semua tentu telah terbiasa mendengar black hole yang merupakan celah gelap di ruang. Sifatnya adalah menghisap seluruh benda yang ada di sekitarnya dan sekaligus membenamkannya ke dalam ruang ketiadaan. Pada saat sekarang ini, sejumlah ilmuwan menerangkan bahwa pernah ada bukti tentang adanya lawan dari black hole yaitu white hole.

Sifat dari white hole adalah kebalikan dari black hole. Kalau black hole bersifat menghisap benda, akan tetapi white hole atau lubang putih tidak menghisap benda yang ada di sekelilingnya bahkan memuntahkan material yang berasal dari tempat antah berantah ke alam semesta kita.

Alam semesta memiliki banyak tempat yang aneh, dan lubang hitam adalah salah satu tempat yang paling aneh yang ada di dalamnya. Secara logika, lubang hitam harusnya bisa kebalikannya, maksudnya adalah ada sesuatu yang memuntahkan material, dan tidak menghisapnya.

Disadur dari Dvice, lubang putih beroperasi menggunakan modus yang jauh berbeda dengan modus yang dipakai oleh lubang hitam. Secara mendadak white hole muncul untuk masa waktu yang singkat, kemudian melontarkan sejumlah material ke alam semesta lalu ia sendiri runtuh dan membentuk lubang hitam dan kemudian tidak pernah tampak lagi.

Perilaku lubang putih seperti ini sangat sulit untuk diamati. Namun peneliti yakin bahwa mereka telah menemukan salah satu di antaranya.

Pada tahun 2005 lalu, sebuah tembakan sinar gamma berhasil terekam namun ia tidak hadir bersama dengan supernova yang umumnya memicu hadirnya lontaran sinar gamma tersebut. Ada kemungkinan, ia hadir akibat runtuhnya sebuah lubang putih.

Yang menarik seputar lubang putih adalah pembentukan material mereka serupa dengan apa yang disebut Big Bang, atau yang disebut-sebut merupakan fenomena terbentuknya seluruh alam semesta. Ini membuat white hole disebut juga sebagal ‘Small Bangs’.

White hole tidak memiliki koordinat ruang dan waktu yang pasti dan tidak bisa dideteksi sama sekali. Mereka bisa secara mendadak muncul kapan saja, di mana saja dan melakukan aktivitas mereka sebelum kembali menghilang.

Sejauh ini, keberadaan white hole memang masih bersifat dugaan. Akan tetapi, black hole juga hanya merupakan dugaan sampai keberadaannya benar-benar diketahui pada beberapa dekade terakhir. Dan seperti yang diucapkan oleh fisikawan Murray Gell-Mann, apapun yang tidak dilarang adalah wajib. Artinya, setidaknya dari sudut pandang mekanikal kuantum, lubang putih pasti ada di salah satu sudut alam semesta.

4700 Asteroid Mengancam Umat Manusia

| comments



Menurut NASA, ada 4700 Asteroid yang mengancam umat manusia. Keberadaanya danpat membahayakan eksistensi umat manusia di bumi.

Bahaya Asteroid telah dibuktikan dengan adanya peristiwa pada 65 juta tahun lalu, yaitu sebongkah batu angkasa yang sangat besar menabrak Bumi dan menyebabkan punahnya spesies dinosaurus, walupun teori terakhir manafikan punahnya dinosaurus karena asteroid. Dan satu lagi, keberhasilan asteroid menembus atmosfir Bumi sehingga menyebabkan ledakan dahsyat di Podkamennaya, Tunguska, Siberia, pada 30 Juni 1908 silam. 

Hal itulah (postensi bahaya yang dimiliki Asteroid) yang menjadi sebab asteroid selalu menjadi obyek pengamatan para ilmuwan, khususnya NASA. Belum lama ini, sebuah observasi  yang dilakukan oleh Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE) milik NASA berhasil mengungkap adanya sejumlah asteroid yang mempunyai potensi bahaya dalam sistem tata surya kita. Di samping potensi nahaya, hal lain yang terungkap oleh WISE adalah informasi terbaru tentang jumlah, asal-usul, dan potensi bahaya Asteroid. 

Asteroid memiliki potensi bahaya atau potentially hazardous asteroid - PHA adalah sekumpulan batu angkasa yang dekat dengan Bumi. Orbit terdekat mereka dengan bumi adalah sekitar delapan juta kilometer. Ukuran mereka diprediksi sangat besar sehingga diperkirakan tetap dapat bertahan menembus atmosfer Bumi walaupun terbakar. Tingkat kerusakan yang ditimbulkan dapat mencapai skala regional atau bahkan jauh lebih besar lagi. 

NEO WISE Project telah mengambil 107 PHA untuk melakukan perkiraan populasi secara keseluruhan. Dan hasilnya adalah ada sekitar 4.700 asteroid yang berpotensi membahayakan keberadaan manusia di bumi serta mempunyai diameter lebih dari 100 meter. Dari jumlah itu, baru 20-30 persen obyek yang behasil ditemukan. 

Analisis NEOWISE lebih baik dari perkiraan kasar sebelumnya, dan lebih kredible dalam memperkirakan jumlah total dan ukuran asteroid. 

Menyangkut asal-usul asteroid yang membahayakan, dimungkinkan berasal dari tabrakan antara dua asteroid yang terdapat dalam sabuk utama yang terletak di antara planet Mars dan planet Jupiter. Fragmen pecahan dari tabrakan tersebutlah yang kemudian melayang di orbit dekat Bumi dan akhirnya menjadi PHA. 

Temuan terhadap hal ini sangat membantu para ilmuwan memahami asal-usul asteroid dan memberi peluang guna menghindari potensi bahayanya. Kecuali itu juga menjadi mengetahui komposisi batu angkasa: granit, batu, atau logam. Jenis informasi ini penting dalam menilai potensi bahaya asteroid. Komposisi akan mempengaruhi seberapa cepat mereka mungkin terbakar di atmosfer.

Galaksi Terbesar di Jagat Raya Dinobatkan

| comments

Galaksi Tertua. foto: dailymail.co.uk

Greenbelt - Astronom menobatkan NGC 6872 sebagai galaksi spiral terbesar di alam semesta. Ukuran galaksi ini lima kali lebih besar daripada Galaksi Bimasakti tempat tinggal matahari.

Galaksi ini terletak 212 juta tahun cahaya di selatan rasi Pavo. Bintang-bintang di dalam galaksi ini berkumpul membentuk dua palang cahaya yang membentang sepanjang 522 ribu tahun cahaya. Bandingkan dengan Galaksi Bimasakti yang memiliki bentangan 100 ribu tahun cahaya saja. Galaksi Bimasakti sendiri juga berbentuk spiral yang membentang bak topi sombrero.

Selama beberapa dekade, ilmuwan mengetahui galaksi ini berukuran besar. Namun, baru pada Kamis, 10 Januari 2013, galaksi ini dinobatkan sebagai yang terbesar dibandingkan para raksasa. Konfirmasi didapat melalui wahana antariksa Galaxy Evolution Explorer Spacecraft (GALEX) milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA).
"GALEX bisa melihat cahaya ultraviolet dari galaksi yang tak terlihat dengan mata biasa," kata kepala peneliti dari Goddard Space Flight Center NASA, Rafael Eufrasio.

Ukuran yang besar dan penampilan dua batang cahaya yang nyentrik berdampak pada gravitasi. Galaksi ini terlihat seperti sedang berdansa dengan galaksi IC 4970 yang berada di dekatnya. Simulasi komputer menunjukkan IC 4970 yang 80 persen lebih ringan pernah bersenggolan dengan NGC 6872 sekitar 130 juta tahun lalu. Senggolan ini menyebabkan ledakan di galaksi raksasa.

"Senggolan yang mengganggu palang cahaya di timur laut. Namun, banyak bintang lahir akibat tabrakan ini," ujar ahli astronomi dari Chatolic University, Duilia de Mello.

Namun, mahkota galaksi terbesar tak akan dimiliki selamanya oleh NGC 6872. Pasalnya, kata Efrasio, galaksi lain yang lebih besar masih menunggu untuk ditemukan.
/radarindo.com/

Berbagai Mitos Mengiringi Gerhana Matahari

Friday, January 11, 2013 | comments



gerhana matahari


Bagi sebagian orang, ada mitos-mitos yang mengiringi setiap peristiwa gerhana Matahari. Di antara mitos-mitos  tersebut adalah adanya sosok yang menyeramkan yang ingin menelan Matahari bahkan sampai sembilan Matahari yang hilang.

Berikut ini merupakan rangkuman dari beberapa cerita mitologis yang mengiringi peristiwa gerhana Matahari tersebut.

1. Naga Pemakan Matahari

Dalam sebuah mitologi yang diyakini di masa China kuno, orang-orang orang-orang sangat meyakini bahwa gerhana Matahari dikarenakan adanya iblis atau naga yang telah menelan Matahari. Keyakinan akan hal ini lalu memunculkan tradisi yang membunyikan drum atau kembang api untuk mengusir mahluk pemakan Matahari tersebut.

Walaupun keyakinan akan naga yang menelan Matahari dalam peristiwa gerhana beredar luas, akan tetapi berdasarkan bukti yang ditemukan dalam sepotong tulang berusia 3000 tahun didapati bahwa para ahli astronomi China kuno telah mengetahui kalau gerhana adalah fenomena alam. Pengetahuan tentang gerhana adalah peristiwa alam sesungguhnya telah diketahui sejak masa 720 sebelum masehi.

2. Matahari Dikejar Serigala Skoll

Berbeda dengan mitos yang diyakini China, gerhana Matahari menurut legenda Norse kuno adalah terkait dengan Dewi Matahari, yaitu Sol yang sedang berkelana melintasi langit. Digambarkan Sol terus berlari karena dikejar oleh serigala Skoll yang berambisi untuk memakannya. Maka gerhana Matahari adalah pertanda kalau srigala Skoll keberadaanya telah sangat dekat dengan dewi Matahari, Sol.

Lebih jauh orang-orang Norse kuno memiliki kepercayaan kalau suatu hari nanti Matahari akan berhasil dimakan oleh skoll. Dalam mitos Norse kuno tersebut juga diramalkan tentang adanya Ragnarok, yaitu suatu kondisi pada saat Dewa telah mati. Pada saat itulah Bumi akan diempas oleh gelombang yang sangat besar.

Peristiwa hantaman ombak raksasa ini menyebabkan Bumi menjadi bersih. Dan selanjutnya akan dibangun ulang oleh sepasang manusia yang selamat dari terjangan ombak.

3. Berlayar dalam perahu Matahari

Lain China, lain Norse kuno, lain pula mitos yang berkembang di Mesir Kuno. Dalam mitologi Mesir Kuno ada satu dewa yang paling penting, yaitu Ra. Ra adalah dewa yang berkepala elang dan merupakan dewa Matahari. Dalam kesehariannya, Ra memimpin sebuah perahu yang banyak berisi dewa guna melintasi langit.

Ketika malam hari, Ra  kembali ke barat lewat jalan akhirat (underworld) dengan membawa cahaya untuk jiwa -jiwa yang sudah mati. Diceritakan dalam mitos tersebut bahwa perjalanan Ra melintasi langit adalah perjalanan yang sangat berbahaya.

Letak bahaya dari perjalanan Ra adalah adanya Apep, yaitu dewa Ular Laut yang jahat. Apep selalu berusaha untuk menghentikan perjalanan Ra. Bila terjadi gerhana Matahari maka diyakini Apep telah berhasil menghentikan Ra,walaupun pada  akhirnya Ra, dewa Matahari berhasil meloloskan diri.

Demikianlah mitos-mitos yang mengiringi terjadinya peristiwa gerhana Matahari yang berhasil dihimpun antariksainfo.

Galaksi Phoenix SPT-CLJ2344-4243

| comments



Galaksi Phoenix SPT-CLJ2344-4243
Galaksi Phoenix SPT-CLJ2344-4243 - Para Astronom yang bermarkas di USA telah mendapatkan dalam temuan mereka satu buah gugusan galaksi super besar. Galaksi super besar itu diidentifikasi sebagai struktur galaksi yang terbesar di jagad raya atau alam semesta kita. Keberadaanya berada pada rentang jarak kurang lebih 5,7 miliar tahun cahaya dari Bumi.

Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Reuters, gugusan galaksi tersebut diberi nama resmi dengan SPT-CLJ2344-4243 dan disebut juga Phoenix. Dalam blog antariksa info.com SPT-CLJ2344-4243 atau Phoenix ditulis dengan menggabungkan keduanya sehingga berbunyi Galaksi Phoenix SPT-CLJ2344-4243. Penggabungan ini dimaksudkan sebagai sarana mempermudah pemahaman saja.

Dalam rilisnya, Pusat Astrofisika Smithsonian Harvard mennyampaikan bahwa proses observasi dan pengamatan terhadap gugusan Galaksi Phoenix SPT-CLJ2344-4243yang berhasil ditemukan itu dengan laju proses pembentukan bintang demikian besar, sangat mungkin akan mendesak seluruh ahli astronomi memutar otak lagi serta memikirkan bagaimana struktur dengan besar seperti itu serta galaksi yang terdapat di dalamnya terus berkembang dari masa ke masa.

Dalam teori Michael McDonald, seorang astronom dari Massachusets Institute of Technology, Galaksi Phoenix SPT-CLJ2344-4243 juga dapat menjadi satu di antara dasar pijakan berpikir tentang adanya fenomena-fenomena mengagumkan dalam dunia astronomi seperti akhir-akhir ini.

Bandingkan dengan galaksi-galaksi yang ada di pusat kebanyakan klaster yang mungkin telah tidur selama milyaran tahun bahkan lebih lama lagi, pusat galaksi Galaksi Phoenix SPT-CLJ2344-4243 ini justru seperti bangun dari kematian dengan membangun formasi bintang-bintang anyar. Teori ini dikatakan oleh McDonald, yang merupakan penulis utama makalah ilmiah tentang Galaksi Phoenix SPT-CLJ2344-4243 yang terbit di jurnal Nature dalam edisi 16 Agustus.

Dengan mendasarkan pada observasi dari Observatorium Chandra X-ray milik NASA, National Science Foundation's South Pole Telescope dan delapan observatorium lainnya, para observer mengungkapkan bahwa gugusan Galaksi Phoenix SPT-CLJ2344-4243 sangat berkaitan dengan proses pembentukan antara "740 masa surya" atau bintang setiap tahun.

Coba bandingkan dengan gugusan Perseus yang hanya bisa membentuk bintang-bintang 20 kali lebih lambat dari Galaksi Phoenix SPT-CLJ2344-4243. Hal ini diakui sebagai sesuatu yang sangat besar oleh Marie Machacek, seorang ahli astrofisika yang berasal dari Observatorium Astrofisika Smithsonian.

Dalam pandangan Machacek, gugusan sangat besar seperti Galaksi Phoenix SPT-CLJ2344-4243 dapat menampung hingga ribuan galaksi. Tentang Galaksi Phoenix SPT-CLJ2344-4243 ini, masih banyak yang harus didalami dan diteliti tentang apa yang sesungguhnya terjadi di dalamnya.

Selama ini diyakini bahwa lubang hitam super besar yang terdapat di tengah-tengah kelompok galaksi dikaitkan dengan proses terjadinya bintang yang lambat. Hal ini dikarenakan mereka melakukan pump energi ke dalam sistem sehingga menghambat dan menghalangi proses pendinginan gas yang dibutuhkan untuk pembentukan bintang-bintang.

Meskipun demikian, para observer menyampaikan bahwa ledakan hebat bintang yang tampak pada Galaksi Phoenix SPT-CLJ2344-4243, ketika ia melahirkan dua bintang dalam sehari, menunjukkan bahwa pusat black hole di gugusan galaksi telah gagal memberikan pengaruhnya dalam pembentukan bintang.

Dalam pandangan Pusat Astrofisika Smithsonian Harvard, bintang-bintang yang terbentuk di dalam Galaksi Phoenix SPT-CLJ2344-4243 merupakan yang terbanyak serta terbesar yang pernah diamati.

Lalat Buah Bantu Keamanan Jelajah Antariksa

| comments


Tanpa diketahui banyak orang, lalat buah ternyata memiliki banyak kemiripan genetika dengan manusia.


Lalat buah

Beberapa kesamaan manusia dengan lalat buah (Drosophila melanogaster) membuahkan eksperimen yang akan dilakukan pada Desember 2013. Lalat buah akan dikirim selama 30 hari ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) untuk mengetahui dampak perjalanan antariksa bagi manusia.

Menurut Peter Lee, ahli bedah kardiotoraks dari Stanford, Amerika Serikat, Minggu (6/1), ruang minim gravitasi berdampak pada perubahan otot dan tulang. Astronaut yang lama di ruang angkasa dapat kembali ke Bumi dengan massa jantung lemah dan ritme yang tidak teratur.

Untuk lebih mempelajari masalah ini, dibutuhkan penelitian yang melibatkan lalat buah. Tanpa diketahui banyak orang, lalat buah ternyata memiliki banyak kemiripan genetika dengan manusia.

"Sekitar 61 persen gen penyakit manusia memiliki kesamaan dengan kode genetika lalat buah. Dan 50 persen dari urutan protein lalat memiliki analog mamalia," kata ahli biologi dari Ames Research Center NASA, Sharmila Bhattacharya.

Dengan mengirim lalat buah, para pakar bisa melihat dampak berkurangnya gravitasi pada manusia. Tujuan lainnya adalah mengetahui dampak perubahan tingkat gravitasi dan radiasi antara Bumi dan antariksa pada gen yang berhubungan dengan fungsi jantung.

Saat akhirnya para pakar mengetahui respon jantung terhadap perjalanan antariksa, maka bisa dilakukan tindak pencegahan bagi astronaut yang akan dikirim ke sana. "Ada banyak tantangan dan pertanyaan yang perlu dijawab agar membuat perjalanan antariksa berdurasi panjang memungkinkan," kata Lee. (NASA, SFGate)

Bima Sakti, Rumah dari 100 Miliar Planet Asing

| comments


Perhitungan ini muncul saat mempelajari sistem planet bernama Kepler-32.



Galaksi Bima Sakti (Thinkstockphoto)
Penelitian terbaru yang dirilis The Astrophysical Journal, Rabu (2/1), menyimpulkan bahwa galaksi kita, Bima Sakti, adalah rumah bagi 100 miliar planet asing.
Jumlah ini bahkan kemungkinan akan terus bertambah."Secara mendasar, ada satu jenis planet ini di tiap bintangnya," ujar Jonathan Swift, pemimpin penelitian dari Caltech, Pasadena, Amerika Serikat.
Swift dan koleganya sampai pada kesimpulan ini setelah mempelajari lima sistem planet bernama Kepler-32. Jaraknya kira-kira 915 tahun cahaya dari Bumi. Kelima sistem planet ini ditemukan oleh teleskop milik Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA), Kepler Space Telescope.
Planet-planet di Kepler-32 mengorbit pada bintang yang disebut M dwarf. Ini merupakan suatu tipe bintang yang lebih kecil dan lebih dingin dibanding bintang manusia --Matahari.
M dwarf juga merupakan bentuk bintang yang paling umum ditemui di galaksi Bima Sakti. Jumlahnya mencapai 75 persen dari sekitar 100 juta bintang atau lebih.
Teleskop Kepler sendiri bisa mendeteksi sistem planet yang sesuai dengan orientasinya. Dengan demikian, para pakar bisa memperkirakan berapa peluang dari sebuah M dwarf yang memiliki orientasi sama.
Dengan menggabungkan kedua perhitungan ini, muncul angka 100 miliar planet asing."Rasanya seperti membuka bahasa yang coba kita mengerti, bahasa dari formasi planet," kata salah satu penulis dalam penelitian ini, John Johnson, yang juga berasal dari Caltech. (Space.com, NASA)

Nun Jauh di Angkasa

| comments




Di sanalah bintang berada. Cukup gilakah kita untuk mencapainya?


Di tepi lapangan parkir Marshall Space Flight Center di Huntsville, Alabama, berdirilah peninggalan dari periode ketika masa depan kita sebagai spesies penjelajah ruang angkasa seakan-akan tak terelakkan lagi. Sama jelas dan megahnya tatkala roket melesat tinggi di atas Tanjung Canaveral.

“Ini bukan model,” ujar fisikawan NASA, Les Johnson saat kami menatap rangkaian pipa, nosel, dan pelindung setinggi 10 meter. “Ini mesin roket nuklir sejati.”

Dahulu kala, NASA meng­usulkan mengirim dua belas astronaut ke Mars dengan dua pesawat antariksa masing-masing bertenaga tiga mesin seperti ini. Direktur Marshall, Wernher von Braun, mempresentasikan rencana itu pada Agustus 1969.

Hanya dua minggu setelah roket Saturn V-nya mengirimkan para astronaut pertama ke bulan. Dia mengusulkan tanggal 12 November 1981. Mesin nuklir itu telah melewati semua uji lapangan, siap diluncurkan.

Tiga puluh tahun setelah pendaratan Mars yang tidak pernah terjadi itu, pada pagi hari yang lembap di bulan Juni, Johnson termangu menatap mesin 18.000 kilogram di hadapan kami. Dia memimpin tim kecil yang menilai kelayakan “konsep canggih” dalam teknologi ruang angkasa. NERVA, mesin nuklir tua ini, mungkin mampu lolos uji.

“Jika kita ingin mengirim orang ke Mars, mesin ini harus dipertimbangkan lagi,” kata Johnson. “Kita hanya perlu setengah propelan roket konvensional.” Kini NASA merancang roket konvensional untuk menggantikan Saturn V yang pensiun pada 1973, tak lama setelah pendaratan pesawat berawak terakhir di bulan.

Belum ada keputusan mengenai tujuan barunya. Proyek NERVA berakhir pada 1973, tanpa uji terbang. Sejak itu, selama era pesawat ulang-alik, manusia belum pernah menjelajah lebih dari 600 kilometer jauhnya dari Bumi.
Itu menyebabkan pertanyaan yang saya dan Johnson bahas sepanjang pagi: Apakah manusia akan pernah melakukan perjalanan ke bintang, menjadi agak tak masuk akal.

Mengapa hal itu tampaknya lebih masuk akal setengah abad yang lalu? “Tentu saja saat itu kami lebih gila,” ujar fisikawan Freeman Dyson dari Princeton. Pada akhir 1950-an, Dyson menangani Project Orion yang bertujuan membangun pesawat antariksa berawak yang dapat mencapai Mars dan bulan Saturnus. (
nationalgeographic)

Awas, Asteroid Apophid Mendekati Bumi!

Thursday, January 10, 2013 | comments


www.aeronoticias.com.pe



Sebuah asteroid selebar 275 meter sedang melayang mendekati Bumi. Asteroid bernama Apophis --diambil dari nama setan dalam mitologi Mesir-- itu diperkirakan berjarak sekitar 9 juta mil dan terus mendekat.

"Dari sejumlah asteroid, Apophis menyedot perhatian paling besar karena diperkirakan sangat dekat dengan Bumi pada 2029 dan berpotensi menabrak," ujar Presiden Slooh Space Camera, Patrick Paolucci, Rabu, 9 Januari 2012.

Ia mengatakan, Apophis diperkirakan mendekati Bumi dan mencapai jarak sekitar 30 ribu kilometer pada 2029. Saat itu asteroid akan berada dalam orbit satelit komunikasi.

Para ilmuwan sedang mengkaji seberapa besar ancaman asteroid Apophis terhadap Bumi. 

Mereka memang pernah memperkirakan potensi tabrakan asteroid dengan Bumi bakal terjadi pada 2036. "Namun, kemungkinan itu sangat kecil," ujar Paolucci.

Apophis pertama kali ditemukan pada 2004. Kala itu para ilmuwan menghitung peluang tabrakan yang ditimbulkan asteroid itu. 

Hasilnya, tabrakan bakal terjadi pada 2029 dengan peluang 1:45. Peningkatan prediksi tabrakan semakin mendongkrak tingkat ancaman.

Para ilmuwan di Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) misalnya, telah melakukan perhitungan secara detail. Jika Apophis menghantam Bumi maka akan menghasilkan ledakan setara lebih dari 500 megaton TNT. Sebagai perbandingan, bom hidrogen paling kuat yang pernah diledakkan, Soviet Tsar Bomba, hanya menghasilkan kekuatan 57 megaton TNT.

Pallouci mengatakan, posisi terbaru asteroid Apophis dapat diketahui malam ini di Inggris. Masyarakat di luar Inggris dapat melihat secara daring lewat layanan pengamatan angkasa yang tersedia di laman Slooh. "Kami mengumpulkan gambar dari observatorium di seluruh dunia," katanya./tempo.co/

10 ROKET ANTARIKSA TERBESAR DI DUNIA

Monday, January 7, 2013 | comments

Roket merupakan wahana luar angkasa, peluru kendali, atau kendaraan terbang yang mendapatkan dorongan melalui reaksi roket terhadap keluarnya secara cepat bahan fluida dari keluaran mesin roket. Roket ini juga berisi bahan bakar roket padat atau bahan bakar cair kimiawi yang saling bergabung untuk memberikan dorongan besar sehingga dapat melepaskan diri dari gravitasi bumi hampir 11km/sec.

Roket tidak hanya digunakan untuk tujuan militer tapi juga untuk ilmu pengetahuan, komunikasi dan bahkan digunakan bagi manusia untuk mendarat di Bulan. kemajuan teknologi di berbagai belahan dunia begitu juga bervariasi ukuran roket.


SATURN V
blog-apa-aja.blogspot.com 

Saturn V merupakan roket terbesar di dunia dan paling bertenaga yang pernah dibangun dalam sejarah umat manusia. Ini adalah roket yang memungkinkan bagi manusia untuk mendarat di Bulan. Saturn V tingginya hampir 363 kaki setinggi gedung 40 lantai


N-1
blog-apa-aja.blogspot.com 

N1 adalah roket yang cukup bertenaga dan roket terbesar yang dikembangkan oleh soviet untuk mengirim orang ke Bulan. Namun semua roket tersebut telah hancur selama penerbangan uji coba mereka. N1 panjangnya sekitar 344,5 meter.


ARES-1
blog-apa-aja.blogspot.com 

Ares-1 adalah roket lain yang dirancang AS yang saat ini sedang dalam pembangunan. Setelah pensiun dari shuttle, Ares akan menjadi transportasi manusia untuk pergi ruang angkasa dan bahkan ke Bulan lagi. Ares-1 memiliki panjang 310 kaki dan didukung oleh satu mesin roket padat selama lepas landas


DELTA IV
blog-apa-aja.blogspot.com 

Delta IV adalah roket yang dirancang AS dengan tujuan untuk penggunaan militer dan komersial. Roket ini memiliki ketinggian 206 meter


ATLAS V
blog-apa-aja.blogspot.com 

Atlas V adalah roket buatan Amerika Serikat yang dirancang untuk membawa beban berat untuk diangkut ke orbit Bumi. Roket ini memiliki ketinggian 195 kaki dan memiliki total angkat dari massa 333.298 kg

ARIANE 5
blog-apa-aja.blogspot.com

Uji terbang pertama Ariane 5 yang gagal pada bulan Juni 1996, dengan perusakan diri selama 37 detik setelah diluncurkan karena kerusakan pada software kontrol, yang tak diragukan lagi salah satu bug komputer paling mahal dalam sejarah. Roket ini memiliki ketinggian 193 kaki


SPACE SHUTTLE
blog-apa-aja.blogspot.com 

Sekarang tiba disini dengan mesin canggih, yaitu pesawat ulang alik. Dibuat di USA, Pesawat Ulang Alik sedang digunakan untuk pengiriman kargo dengan ukuran sedang ke orbit dan dioperasikan oleh tujuh awak laki-laki. Space Shuttle memiliki tinggi sepanjangi 184 kaki


H-IIB ROCKET
blog-apa-aja.blogspot.com 

H-IIB adalah roket berbahan bakar cair buatan Jepang yang menyediakan sistem peluncuran untuk tujuan utama peluncuran H-II Transfer Vehicle (HTV) terhadap Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Ini memiliki ketinggian 56m

FALCON 9


Falcon 9 adalah dua-tahap dapat digunakan untuk orbit; oksigen cair dan minyak roket bertenaga meluncurkan kendaraan yang diproduksi oleh SpaceX. Roket ini masih di dalam pengembangan dan akan diluncurkan pada akhir 2009. Roket ini memiliki ketinggian 178 kaki


PROTON
blog-apa-aja.blogspot.com 

Proton pertama diluncurkan pada tahun 1965 dan sistem peluncuran masih digunakan pada 2009, yang menjadikannya salah satu dari para pendukung paling sukses berat dalam sejarah luar angkasa. Ini memiliki ketinggian 53m

Tambahan!
Roket Terbesar Buatan Indonesia


RX-420 
blog-apa-aja.blogspot.com 

Indonesia sukses melakukan uji coba terbang roket RX-420, Kamis, 2 Juli kemarin. Roket dengan jarak tempuh 101 kilometer dan dapat mencapai ketinggian 53 kilometer itu merupakan roket terbesar yang pernah diuji. *pengen nangis bacanya, tapi jelek-jelek gitu harus bangga juga.. setidaknya masih punya dari pada gak sama sekali*

10 Satelit Antariksa Tertua Milik Indonesia yang Mengorbit Diatas Bumi

| comments

1. Satelit Palapa A1 (1976) Satelit pertama di Indonesia




Palapa ialah nama bagi sejumlah satelit telekomunikasi geostasioner Indonesia. Nama ini diambil dari “Sumpah Palapa”, yang pernah dicetuskan oleh Patih Gajah Mada dari Majapahit pada tahun 1334.

Satelit pertama diluncurkan pada tanggal 8 Juli 1976 oleh roket Amerika Serikat dan dilepas di atas Samudera Hindia pada 83° BT. Satelit pertama dari 2 satelit itu bertipe HS-333 dan bermassa 574 kg.

Kemudian 4 satelit dari seri kedua dibuat, yang kesemuanya dari tipe Hughes HS-376. Ketika peluncuran Palapa B2 gagal, satelit ke-3 diatur. Awalnya bernama Palapa B3 dan dijadwalkan untuk STS-61-H, akhirnya diluncurkan sebagai Palapa B2P. Sementara itu Palapa B2 diperbaiki kembali oleh STS-51-A, diperbaharui dan diluncurkan lagi sebagai Palapa B2R.



2. Sateli Palapa A2 (1977)





Palapa A2 adalah satelit komunikasi milik Indonesia dan dioperasikan oleh Perumtel. Palapa A2 diluncurkan pada tanggal 10 Maret 1977 dengan roket Delta 2914 dan beroperasi di orbit 77 BT sejak tanggal 11 Maret 1977 hingga bulan Januari 1988, 4 tahun melewati masa operasional yang direncanakan.


Program satelit Palapa A dimulai saat Pemerintah Indonesia memberikan 2 kontrak terpisah pada Boeing Satellite Systems (dahulu dikenal dengan Hughes Space and Communication Inc.) dari Amerika Serikat untuk menyediakan 2 satelit (Palapa A1 dan A2), sebuah stasiun kontrol utama untuk kedua satelit tersebut dan 9 stasiun bumi. Pembangunan 10 stasiun tersebut diselesaikan dalam waktu 17 bulan, salah satu yang tercepat bagi Boeing. Pada kontrak terpisah, dibangun total 30 stasiun bumi lainnya untuk dioperasikan oleh Perumtel. Nama Palapa sendiri dipilih oleh Presiden Suharto pada bulan Juli 1975. Satelit Palapa A2 dimaksudkan sebagai cadangan dan siap untuk dioperasikan apabila Palapa A1 mengalami kegagalan, atau jika permintaan pasar tidak dapat lagi diakomodasi oleh Palapa A1.



3. Sateli Palapa B2P (1987)




Satelit Palapa B2P adalah satelit yang mengitari orbit geosynchronous dan bergerak dari barat ke timur dengan kecepatan yang sama dengan rotasi Bumi. Satelit ini terletak pada ketinggian 36.000km diatas khatulistiwa pada lokasi 113°BT dan dikendalikan oleh stasiun yang terletak di Bumi tepatnya di daerah Cibinong. Satelit Palapa merupakan satelit relay bagi stasiun bumi yang selanjutnya memancarkan kembali siaran ke televisi dengan transponder Palapa yang bekerja pada jarak 6 gigahertz dengan kekuatan pancar 10 watt.

Satelit Palapa B2P yang sesungguhnya dibuat untuk keperluan domestik serta ditujukan untuk disewakan ke mancanegara ternyata mampu menjaring bisnis yang sangat baik, dan karenanya Palapa B2P menjadi satelit rebutan. Para penyelenggara penyiaran (CNN, ESPN) menggunakan Palapa B2P, sehingga masyarakat yang berada dalam area cakupan Palapa B4 dapat menerima program-progam mereka.



4. Sateli Palapa C1 (1996)




Satelit Palapa C1 adalah satelit komunikasi pertama dalam generasi Palapa C yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT. Satelit Palapa Indonesia (Satelindo). Palapa C1 diproduksi oleh Hughes (Amerika Serikat, AS) dan diluncurkan pada tanggal 31 Januari 1996 di Kennedy Space Center, Tanjung Canaveral (LC-36B) AS, menggunakan roket Atlas 2AS. Satelit ini dimaksudkan sebagai pengganti satelit Palapa B4 pada Orbit Geo Stasioner slot 113º BT dengan rentang operasi selama 7 tahun. Namun setelah terjadi kegagalan pengisian battery pada tanggal 24 November 1998 akhirnya Palapa C1 dinyatakan tidak layak beroperasi dan digantikan oleh Palapa C2.



5. Satelit Palapa C2 (1996)




Satelit Palapa C2 adalah satelit komunikasi kedua dalam generasi Palapa C yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT. Satelit Palapa Indonesia (Satelindo). Palapa C2 diproduksi oleh Hughes (Amerika Serikat, AS) dan diluncurkan pada tanggal 15 Mei 1996 di Kourou, Guyana Perancis (Ko ELA-2), menggunakan roket Ariane-44L H10-3. Satelit ini beroperasi pada Orbit Geo Stasioner slot 113º BT di ketinggian 36.000 km di atas permukaan bumi. Operasional satelit ini berpindah tangan ke PT. Indosat Tbk. akibat penggabungan Satelindo dengan Indosat. Demi memberi tempat bagi Satelit Palapa D, rencananya orbit satelit ini dipindah ke 105,5° BT.



6. Satelit TELKOM-2 (2005)




Telkom-2 adalah satelit yang diluncurkan Telkom ke angkasa untuk menggantikan satelit Palapa B4. Satelit ini dibawa ke angkasa dengan menggunakan roket Ariane 5 dari Kourou di Guyana Perancis pada tanggal 16 November 2005.

Telkom-2 memiliki umur operasi selama 15 tahun dan bernilai sekitar 170 juta dolar AS. Sekitar 70 persen kapasitas transponder Telkom-2 akan disewakan kepada pihak luar.

Dari 30 persen kapasitas yang akan digunakan sendiri oleh Telkom, satelit buatan Orbital Sciences Corporation ini diharapkan akan mendukung sistem komunikasi transmisi backbone yang meliputi layanan telekomunikasi sambungan langsung jarak jauh (SLJJ), sambungan langsung internasional (SLI), internet, dan jaringan komunikasi untuk kepentingan militer.

Satelit ini akan beredar di orbit 118° BT dengan kapasitas 24 transponder C-band dan berbobot 1.975 kg. Daya jangkaunya mencapai seluruh ASEAN, India dan Guam.



7. Satelit INASAT-1 (2006) Satelit Pertama buatan Indonesia




INASAT-1 adalah Nano Hexagonal Satelit yang dibuat dan didesain sendiri oleh Indonesia untuk pertama kalinya. INASAT-1 merupakan satelit metodologi penginderaan untuk memotret cuaca buatan LAPAN.

Selain itu INASAT-1 adalah satelit Nano alias satelit yang menggunakan komponen elektronik berukuran kecil, dengan berat sekitar 10-15 kg. Satelit itu dirancang dengan misi untuk mengumpulkan data yang berhubungan erat dengan data lingkungan (berupa fluks magnet didefinisikan sebagai muatan ilmiah) maupun housekeeping yang digunakan untuk mempelajari dinamika gerak serta penampilan sistem satelit.

Adapun satelit itu dirancang bersama oleh PT Dirgantara Indonesia dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), khususnya Pusat Teknologi Elektronika (Pustek) Dirgantara. Berbekal nota kesepakatan antara LAPAN, Dirgantara Indonesia, serta dukungan dana dari Riset Unggulan Kemandirian Kedirgantaraan 2003, maka dimulailah rancangan satelit Nano dengan nama Inasat-1 (Indonesia Nano Satelit-1).

Dari segi dinamika gerak akan diketahui melalui pemasangan sensor gyrorate tiga sumbu, sehingga dalam perjalanannya akan diketahui bagaimana perilaku geraknya. Penelitian dinamika gerak ini menjadi hal yang menarik untuk satelit-satelit ukuran Nano yang terbang dengan ketinggian antara 600-800 km.



8. Satelit LAPAN-TUBSAT (2007) Satelit Mikro Pertama di Indonesia.



LAPAN-TUBSAT adalah sebuah satelit mikro yang dikembangkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bekerja sama dengan Universitas Teknik Berlin (Technische Universität Berlin; TU Berlin). Wahana ini dirancang berdasarkan satelit lain bernama DLR-TUBSAT, namun juga menyertakan sensor bintang yang baru. Satelit LAPAN-TUBSAT yang berbentuk kotak dengan berat 57 kilogram dan dimensi 45 x 45 x 27 sentimeter ini akan digunakan untuk melakukan pemantauan langsung situasi di Bumi seperti kebakaran hutan, gunung berapi, banjir, menyimpan dan meneruskan pesan komunikasi di wilayah Indonesia, serta untuk misi komunikasi bergerak.

LAPAN-TUBSAT membawa sebuah kamera beresolusi tinggi dengan daya pisah 5 meter dan lebar sapuan 3,5 kilometer di permukaan Bumi pada ketinggian orbit 630 kilometer serta sebuah kamera resolusi rendah berdaya pisah 200 meter dan lebar sapuan 81 kilometer.

Manuver attitude ini dilakukan dengan menggunakan attitude control system yang terdiri atas 3 reaction wheel, 3 gyro, 2 sun sensor, 3 magnetic coil dan sebuah star sensor untuk navigasi satelit. Komponen-komponen inilah yang membedakannya dengan satelit mikro lain yang hanya mengandalkan sistem stabilisasi semi pasif gradien gravitasi dan magneto torquer, sehingga sensornya hanya mengarah vertikal ke bawah.

Sebagai satelit pengamatan, satelit ini dapat digunakan untuk melakukan pemantauan langsung kebakaran hutan, gunung meletus, tanah longsor dan kecelakaan kapal maupun pesawat. Tapi pengamatan banjir akan sulit dilakukan karena kamera tidak bisa menembus awan tebal yang biasanya menyertai kejadian banjir.



9. Indostar II / Cakrawarta II (2009)



Indostar II atau Cakrawarta II adalah satelit yang diluncurkan oleh PT Media Citra Indostar (MCI) yang mengelola dan mengoperasionalisasi satelit Indovision. Satelit ini diluncurkan dengan menggunakan roket peluncur Proton Breeze milik Rusia dan lepas landas melalui Baikonur Cosmodome di Kazahkstan. Peluncuran satelit Indostar II ini telah berlangsung pada tanggal 16 Mei 2009.



10. Satelit Palapa D (2009)



Satelit Palapa D (kode internasional = 2009-046A) adalah satelit komunikasi Indonesia yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT. Indosat Tbk dan diluncurkan pada tanggal 31 Agustus 2009 pukul 16:28 WIB di Xichang Satellite Launch Center (XSLC) menggunakan roket Long March (Chang Zheng) 3B. Satelit ini dibuat oleh Thales Alenia Space, Perancis, dan dimaksudkan sebagai pengganti satelit Palapa C2 pada Orbit Geo Stasioner slot 113º BT yang akan selesai masa operasionalnya pada tahun 2011.
 
Support : Creating Website | Dodie | Space Techno Informasi
Copyright © 2013. Space Techno Information - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Space Techno Informasi
Proudly powered by Space Techno Informasi